Sehat itu murah. Sayangnya, dengan pola hidup di perkotaan, kadang kesehatan menjadi mahal. Harus ke gym, harus menyisihkan waktu, dan berbagai alasan lain sehingga membuat seseorang justru “menimbun” masalah kesehatan di kemudian hari. Padahal, dengan sedikit waktu, bahkan pada level paling rendah sekali pun—beberapa menit hingga sekitar 30 menit—sudah mampu membuat perubahan. Inilah yang sangat disarankan oleh Barry A. Franklin, PhD, seorang pakar kesehatan dari William Beaumont Hospital in Royal Oak, Michigan, Amerika.
Dengan latihan ringan, memang akan banyak membawa perubahan. Dan, jika ingin tetap fit setiap hari, memang harus ada waktu yang disempatkan. Berikut beberapa aktivitas yang disarankan agar tetap sehat dan bugar hingga masa tua kelak…
• Pastikan minimal 30 menit untuk berolahraga
Seperti yang dikatakan Barry A. Franklin, waktu 30 sangat berharga. Jika dirasa berat, Anda juga bisa “mencicil” waktu tersebut dalam aneka kegiatan. Misalnya, 10 menit peregangan di sela pekerjaan kantor, 5 menit olahraga ringan setelah istirahat siang, dan sisanya lakukan di mana dan kapan saja yang Anda bisa. Masih terasa berat? Beberapa dokter mengatakan agar Anda menganalogikan dengan saat berbicara. Jika Anda mudah bicara, maka 30 menit olahraga juga sama mudahnya.
• Gerakkan otot kapan saja
Gerakan seperti apa yang menyehatkan? Apa saja. Menurut American College of Sport Medicine, gerakan seperti memindahkan kursi di ruangan kantor pun sudah cukup memberi latihan pada otot. Atau, bisa juga parkir kendaraan Anda agak jauh dari tempat kerja. Sehingga, Anda cukup bisa melatih otot kaki dengan berjalan. Jika masih ada waktu, sesekali hindari penggunaan lift. Cobalah naik tangga. Itu jauh lebih menyehatkan.
• Latih keseimbangan tubuh
Ada banyak cara untuk melatih keseimbangan tubuh. Misalnya, bangun dari tempat duduk tanpa menggunakan tangan. Atau, sesekali, berdiri satu kaki dan lakukan bergantian. Latihan ini akan memberikan dampak pada tubuh agar tetap segar di tengah berbagai aktivitas yang dilakukan. Keseimbangan lainnya yang perlu diperhatikan juga dari faktor makanan. Atur jumlah kalori, karbohidrat, protein, lemak, dan berbagai asupan nutrisi lain agar mampu menjadikan tubuh tetap prima.
• Tetap aktif dengan segala aktivitas
Jika Anda termasuk orang yang sibuk, berarti sebenarnya Anda sudah “mengolah” tubuh. Namun, yang dimaksud di sini adalah kesibukan yang juga melibatkan gerak tubuh. Jika pekerjaan banyak menuntut untuk duduk, sesekali menyibukkan diri dengan melakukan peregangan atau senam ringan di kursi akan membuat tubuh lebih segar. Jika Anda sering meeting di luar, mengapa tidak mencoba mengajak relasi meeting di ruang gym? Layaknya golf dan tenis sebagai ajang dealing bisnis, sembari berolahraga, gym juga bisa dijadikan alternatif untuk menjaga kesehatan diri dan bisnis Anda. Akan lebih baik lagi jika Anda rajin mengkonsumsi vitamin neurotropik untuk mencegah pegal sehingga aktifitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan pegal.
Sabtu, 10 Desember 2011
The Walking Diet - Istilah apa itu?
Saat ini telah ramai dikenal istilah “The Walking Diet”, yang artinya melakukan “diet” dengan cara berjalan kaki. Jika Anda ingin lebih lengkap dalam berdiet, sebenarnya Anda cukup mengatur pola makan sehat – tanpa diet yang gila-gilaan – dan dipadu dengan berjalan kaki 10.000 langkah perhari. Hal itu selain membakar kalori, juga mampu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.
Jalan kaki dan diet
Hampir setiap aktivitas fisik yang kita lakukan memang bisa membakar kalori, namun seberapa banyak kalori yang terbakar? Dibandingkan dengan olahraga penuh, ternyata berjalan kaki mampu membakar kalori dalam jumlah yang cukup besar. Pada wanita usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam (kira-kira setara dengan 70 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 79.1 kkal, sedangkan dengan kecepatan 4 mil perjam (kira-kira setara dengan 140 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 184.1 kkal. Pada pria usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 64.9 kkal, dan dengan kecepatan 4 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 186.7 kkal. Jika hal tersebut dilakukan rutin setiap hari, maka Anda dapat menghitung berapa jumlah kalori yang hilang saat Anda berjalan kaki.
Jalan kaki dan nyeri punggung
Mereka yang sedang menderita nyeri punggung atau sedang dalam masa penyembuhan akibat nyeri punggung disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti aerobik. Namun untuk beberapa kasus penderita nyeri punggung, kadang olahraga ringanpun tetap terasa nyeri sehingga mereka cenderung berhenti berolahraga.
Sebagai alternatifnya, maka kini disarankan untuk mengganti olahraga ringan dengan berjalan kaki. Jalan kaki dengan kecepatan rendah yang stabil dan seimbang justru akan menjaga dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sambil mengurangi kecenderungan timbulnya nyeri punggung di kemudian hari.
Sebelum berolahraga dengan cara jalan kaki, lakukanlah peregangan secara perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan gerakan berjalan kaki. Namun ada baiknya sebelum melakukan peregangan, Anda terlebih dulu melakukan jalan ringan selama lima menit untuk pemanasan.
Karena berjalan kaki dapat melatih otot betis, paha, dan panggul, maka olahraga ini dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang dan juga kondisi otot-otot penyangga sehingga postur tubuh yang tegak tetap terjaga. Selain itu, berjalan kaki juga dapat memperkuat tulang sehingga jika dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan mengurangi nyeri osteoarthritis.
Jalan kaki dan diabetes
Diabetes Prevention Program pada tahun 2001 mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit dan lima kali seminggu, dibarengi dengan mengatur porsi makan, ternyata dapat mengurangi risiko terjadinya diabetes sampai 50% pada partisipan yang kelebihan bobot badan dan kadar gula darah yang tinggi. Mereka juga mengalami penurunan berat badan rata-rata 7.5 kg dalam setahun.
Rutin berjalan kaki memang sangat baik dilakukan bagi penderita diabetes karena bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproses gula sehingga tidak menumpuk berlebihan di dalam darah. Hasilnya, kadar gula dalam darah bisa turun sehingga bisa mengurangi risiko terhadap penyakit jantung dan ginjal.
Sebelum dan sesudah berjalan kaki, sebaiknya cek kadar gula darah Anda. Jika terlalu rendah, di bawah 100 mg/dl, Anda harus menambah asupan karbohidrat sekitar 15-30 gram. Jika terlalu tinggi, di atas 200 mg/dl, maka sebaiknya tunda dulu olahraga Anda sampai kadar gula darahnya turun. Penting bagi para diabetisi untuk selalu melakukan pengecekan kadar gula darah dengan interval yang rutin jika ingin mencoba berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh.
Waktu yang paling baik untuk diabetisi melakukan olahraga jalan kaki adalah sekitar 1-2 jam setelah makan, saat insulin dan kadar gula darah mulai stabil. Paling disarankan jika dilakukan di pagi hari.
Untuk menghindari terjadinya penurunan kadar gula terlalu rendah saat berjalan kaki, sebaiknya bawalah makanan ringan yang mengandung karbohidrat. Setelah selesai berjalan kaki, Anda mungkin butuh asupan karbohidrat sedikit lebih banyak dari biasanya untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Yang terpenting saat Anda mencoba program ini adalah Anda harus ekstra hati-hati terhadap gejala-gejala yang mungkin terjadi, jangan terlalu memaksakan diri dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
sumber:http://hidup-sehat.blogspot.com/search/label/tips%20sehat
Jalan kaki dan diet
Hampir setiap aktivitas fisik yang kita lakukan memang bisa membakar kalori, namun seberapa banyak kalori yang terbakar? Dibandingkan dengan olahraga penuh, ternyata berjalan kaki mampu membakar kalori dalam jumlah yang cukup besar. Pada wanita usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam (kira-kira setara dengan 70 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 79.1 kkal, sedangkan dengan kecepatan 4 mil perjam (kira-kira setara dengan 140 langkah permenit) selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 184.1 kkal. Pada pria usia 40 tahun dengan gaya hidup atau aktivitas fisik yang sedang, berjalan kaki dengan kecepatan 2 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 64.9 kkal, dan dengan kecepatan 4 mil perjam selama 30 menit dapat membakar kalori sampai 186.7 kkal. Jika hal tersebut dilakukan rutin setiap hari, maka Anda dapat menghitung berapa jumlah kalori yang hilang saat Anda berjalan kaki.
Jalan kaki dan nyeri punggung
Mereka yang sedang menderita nyeri punggung atau sedang dalam masa penyembuhan akibat nyeri punggung disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti aerobik. Namun untuk beberapa kasus penderita nyeri punggung, kadang olahraga ringanpun tetap terasa nyeri sehingga mereka cenderung berhenti berolahraga.
Sebagai alternatifnya, maka kini disarankan untuk mengganti olahraga ringan dengan berjalan kaki. Jalan kaki dengan kecepatan rendah yang stabil dan seimbang justru akan menjaga dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sambil mengurangi kecenderungan timbulnya nyeri punggung di kemudian hari.
Sebelum berolahraga dengan cara jalan kaki, lakukanlah peregangan secara perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan gerakan berjalan kaki. Namun ada baiknya sebelum melakukan peregangan, Anda terlebih dulu melakukan jalan ringan selama lima menit untuk pemanasan.
Karena berjalan kaki dapat melatih otot betis, paha, dan panggul, maka olahraga ini dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang dan juga kondisi otot-otot penyangga sehingga postur tubuh yang tegak tetap terjaga. Selain itu, berjalan kaki juga dapat memperkuat tulang sehingga jika dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan mengurangi nyeri osteoarthritis.
Jalan kaki dan diabetes
Diabetes Prevention Program pada tahun 2001 mempublikasikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit dan lima kali seminggu, dibarengi dengan mengatur porsi makan, ternyata dapat mengurangi risiko terjadinya diabetes sampai 50% pada partisipan yang kelebihan bobot badan dan kadar gula darah yang tinggi. Mereka juga mengalami penurunan berat badan rata-rata 7.5 kg dalam setahun.
Rutin berjalan kaki memang sangat baik dilakukan bagi penderita diabetes karena bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproses gula sehingga tidak menumpuk berlebihan di dalam darah. Hasilnya, kadar gula dalam darah bisa turun sehingga bisa mengurangi risiko terhadap penyakit jantung dan ginjal.
Sebelum dan sesudah berjalan kaki, sebaiknya cek kadar gula darah Anda. Jika terlalu rendah, di bawah 100 mg/dl, Anda harus menambah asupan karbohidrat sekitar 15-30 gram. Jika terlalu tinggi, di atas 200 mg/dl, maka sebaiknya tunda dulu olahraga Anda sampai kadar gula darahnya turun. Penting bagi para diabetisi untuk selalu melakukan pengecekan kadar gula darah dengan interval yang rutin jika ingin mencoba berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh.
Waktu yang paling baik untuk diabetisi melakukan olahraga jalan kaki adalah sekitar 1-2 jam setelah makan, saat insulin dan kadar gula darah mulai stabil. Paling disarankan jika dilakukan di pagi hari.
Untuk menghindari terjadinya penurunan kadar gula terlalu rendah saat berjalan kaki, sebaiknya bawalah makanan ringan yang mengandung karbohidrat. Setelah selesai berjalan kaki, Anda mungkin butuh asupan karbohidrat sedikit lebih banyak dari biasanya untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Yang terpenting saat Anda mencoba program ini adalah Anda harus ekstra hati-hati terhadap gejala-gejala yang mungkin terjadi, jangan terlalu memaksakan diri dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
sumber:http://hidup-sehat.blogspot.com/search/label/tips%20sehat
Rabu, 16 November 2011
Aryati dan Arloji
Aryati
Dikau mawar asuhan rembulan
Aryati
Dikau gemilang seni pujaan
Dosakah hamba mimpi berkasih dengan tuan
Ujung jarimu kucium mesra tadi malam
Dosakah hamba memuja dikau dalam mimpi
Hanya dalam mimpi
Demikian penggalan lirik dalam lagu Aryati karya Ismail Marzuki. Begitu indah dan sangat memuja kekasihnya yang bernama Aryati. Selain indah, si pemuja begitu hati-hati dalam memuja kekasihnya. Sehingga dia kuwatir memimpikan mencium ujung jari kekasihnya, menjadikannya berbuat dosa.
Coba kita bandingkan dengan lirik lagu jaman sekarang. Banyak lagu dibuat secara terburu-buru, hanya diulang-ulang dan tidak elok didengar. Walaupun tidak dipungkiri masih banyak juga lagu sekarang yang berbobot liriknya, macam lirik lagu-lagu dari Kla Project, Iwan Fals, Chandra Darusman dan lain-lain.
Mungkin karena zaman yang berbeda, maka gaya lirikpun juga berbeda. Pada zaman yang serba instant ini, maka lirikpun juga serba instant. Langsung kepada maksud tujuan, tidak ada kata perantara. Maka jaman sekarang ada istilah "nembak", yang artinya mengemukakan perasaan cinta seorang cowok kepada cewek, calon kekasihnya. Jadi sopan santun, dianggap basa-basi, bertele-tele, terlalu lama menyampaikan maksud dan tujuan.
Mulai dari menyeduh kopi sampai minta uang sogokan saja, jaman sekarang serba instant. Jika kita mengurus perpanjangan KTP, SIM dan lain-lain, petugas sudah tidak malu-malu lagi menyebut jumlah uang pelicin yang harus dibayar, agar urusan menjadi lancar. Padahal sebagai petugas dan pegawai negri, mereka di gaji negara untuk melayani kebutuhan masyarakat. Yang notabene kebutuhan masyarakat itu (KTP, SIM, Paspor dll) adalah urusan negara, agar mempermudah Pemerintah mengumpulkan data warga negaranya. Gaji mereka pun diperoleh dari pajak yang dibayar rakyat kepada negara, jadi sudah seharusnya mereka melayani masyarakat, sebagai pihak yang membayar gaji mereka. Tapi sekarang keadaan berbalik, rakyat yang harus melayani pegawai negeri. Memang gajinya tidak seberapa, tapi penghasilan dari meminta uang pelicin bisa berkali-kali lipat dari gaji resminya. Maka tidak heran jika kita lihat, gaya hidup pegawai negri begitu hebat. Kalau kita berjalan-jalan di mall pada jam kerja, sering kita lihat para pegawai negri yang masih memakai pakaian seragam resmi hilir mudik sibuk berbelanja.
Pernah, penulis makan malam dengan seorang pejabat negri ini, membicarakan proyek perusahaan yang memerlukan perizinan yang harus dilalui. Sambil menunggu hidangan datang, kami ngobrol ngalor ngidul sampai ke pembicaraan jam yang dipakai bapak pejabat tersebut. Saya sangat terkejut, mendengar harga arloji yang dipakai si pejabat itu harganya mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan dia mempunyai koleksi yang lain harganya mencapai milyar!! Sebab katanya, arloji tersebut dibuat sangat terbatas. Hanya ada satu arloji untuk pembeli di satu negara. Jadi, katanya dengan bangga, arloji yang dimilikinya tersebut tidak bisa dimiliki oleh orang lain di Indonesia. Sebab dia, seorang pegawai negri, sudah memilikinya.....
Saya saja, sebagai seorang pegawai swasta yang menjabat jabatan yang lumayan, yang boleh dikatakan gajinya lebih tinggi dari pejabat tersebut, tidak mampu membeli arloji seharga milyaran rupiah tersebut. Tapi wajar saja, untuk mengurus izin yang akan ditanda tanganinya saja, perusahaan harus membayar milyaran rupiah agar urusan menjadi lancar. Memang sih...pajak maupun denda yang harus dibayar mahal, tapi menjadi sekian kali lebih mahal karena harus membayar uang pelicin tersebut. Sebab mereka tahu benar, jika proyek tertunda karena perizinan, ongkosnya lebih mahal lagi.
Begitulah kondisi jaman kini...
Berbuat salahpun dengan terang-terangan, minta uang pelicin tanpa basa basi dan tanpa merasa berdosa.
Bandingkan denga lirik lagu Aryati diatas, mimpi mencium ujung jari saja sudah merasa berdosa....
Sudahlah...
Mendingan saya mendengarkan lagu keroncong Aryati yang dinyanyikan Almarhum Bram Aceh....
Hanya..dalam mimpi....
Minggu, 30 Oktober 2011
Buku: Resi Durna - Sang Guru Sejati
Kebetulan lagi menjemput dan menunggu si bontot kuliah, sehabis sholat ashar, mampir di toko buku depan Masjid Ukhuwah Islamiyah di kampus Depok.
Secara sekelebatan aku lihat buku Resi Durna karya Pitoyo Amrih. Sejenak aku ingat pengalaman waktu kecil, dimana aku gemar sekali membaca komik wayang karya R.A Kosasih. Mulai dari seri Wayang Purwa, MahaBharata, Bharata Yudha sampai Parikesit dan lain lain.
Ada tokoh yang sangat aku benci dalam cerita wayang tersebut yaitu Pandita Durna, atau Resi Durna. Bukan cuma aku, pada zaman tahun 60an, tokoh yang dibenci masyarakat yang mengelilingi Presiden Soekarno, yang sering nasihat dan sarannya diterima Presiden tapi tidak disukai rakyat, tokoh ini disebut Durna.
Kenapa demikian?
Sebab Durna mempunyai sifat cepat marah, licik dan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Tidak perduli, caranya itu akan merugikan, melukai bahkan menyengsarakan orang lain. Tapi tokoh kontroversial ini sebetulnya adalah Guru yang Sejati. Dia akan keras menempa muridnya agar muridnya kelak menjadi Ksatria yang mumpuni. Ksatria Kurawa (yang mewakili keburukan)maupun Pandawa (yang mewakili kebaikan)keduanya menjadi Ksatria yang hebat. Hebat dalam keburukannya maupun hebat dalam kebaikannya.
Bima mungkin tak pernah tahu bahwa ilmu sejati yang dimilikinya adalah buah dari kerasnya Durna dalam mendidiknya dan membiarkannya ditempa segala kepedihan.
Arjunapun tak pernah tahu bilamana dia bisa menimba ilmu pada belasan Resi dan memiliki belasan pusaka, adalah juga buah dari petunjuk dan segala tipuan Durna.
Jika tidak ada Durna, mungkin tidak akan ada Bharata Yudha, tidak ada Bharata Yudha tidak akan ada kemenangan Pandawa.
Buku Karya Pitoyo Amrih, menceritakan asal usul Resi Durna atau Bambang Kumbayana dan bagaimana sepak terjangnya yang sangat mengerikan, licik sekaligus taktis tapi dia juga melahirkan Ksatria Ksatria sejati.
Pitoyo Amrih, menceritakan dengan gaya novelis yang mengasyikkan. Sehingga kita seperti dibawa dalam cerita dunia pewayangan yang penuh intrik, tipu maupun cerita heroik.
Pada kesimpulannya, kita harus banyak belajar dari siapa saja. Bahkan dari musuh sekalipun. Karena baik buruknya seseorang adalah dari seberapa banyak dia bisa belajar dan mengambil hikmah kebaikan bagi dirinya dan bagi orang sekitarnya. Resi Durna memang bukan tokoh yang dianggap mulia perbuatannya. Tapi dari ajarannya, dia bisa melahirkan Ksatria, pahlawan serta tokoh pemimpin yang patut jadi panutan orang. Kita tidak punya hak untuk mencap seseorang hanya karena, misalnya, perangai buruknya saja. Malah dengan perangai buruknya, kita bisa belajar banyak, yang dapat membuat kita menjadi orang yang selalau hati-hati dan waspada.
Bukankah Al Qur'an juga mengingatkan kita untuk selalu introspeksi:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Alhasyr [59]:18).
Semakin kita bisa dan pandai mengoreksi diri sendiri, semakin mulialah hidup kita ini. Kanjeng Rosululloh pun pernah bersabda:
“Lakukan penilaian atas dirimu sendiri sebelum engkau dinilai orang lain.” (HR Bukhori).
Sumber: Resi Durna Karya : Pitoyo Amrih, Penerbit Diva Press, cetakan pertama 2010
Secara sekelebatan aku lihat buku Resi Durna karya Pitoyo Amrih. Sejenak aku ingat pengalaman waktu kecil, dimana aku gemar sekali membaca komik wayang karya R.A Kosasih. Mulai dari seri Wayang Purwa, MahaBharata, Bharata Yudha sampai Parikesit dan lain lain.
Ada tokoh yang sangat aku benci dalam cerita wayang tersebut yaitu Pandita Durna, atau Resi Durna. Bukan cuma aku, pada zaman tahun 60an, tokoh yang dibenci masyarakat yang mengelilingi Presiden Soekarno, yang sering nasihat dan sarannya diterima Presiden tapi tidak disukai rakyat, tokoh ini disebut Durna.
Kenapa demikian?
Sebab Durna mempunyai sifat cepat marah, licik dan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Tidak perduli, caranya itu akan merugikan, melukai bahkan menyengsarakan orang lain. Tapi tokoh kontroversial ini sebetulnya adalah Guru yang Sejati. Dia akan keras menempa muridnya agar muridnya kelak menjadi Ksatria yang mumpuni. Ksatria Kurawa (yang mewakili keburukan)maupun Pandawa (yang mewakili kebaikan)keduanya menjadi Ksatria yang hebat. Hebat dalam keburukannya maupun hebat dalam kebaikannya.
Bima mungkin tak pernah tahu bahwa ilmu sejati yang dimilikinya adalah buah dari kerasnya Durna dalam mendidiknya dan membiarkannya ditempa segala kepedihan.
Arjunapun tak pernah tahu bilamana dia bisa menimba ilmu pada belasan Resi dan memiliki belasan pusaka, adalah juga buah dari petunjuk dan segala tipuan Durna.
Jika tidak ada Durna, mungkin tidak akan ada Bharata Yudha, tidak ada Bharata Yudha tidak akan ada kemenangan Pandawa.
Buku Karya Pitoyo Amrih, menceritakan asal usul Resi Durna atau Bambang Kumbayana dan bagaimana sepak terjangnya yang sangat mengerikan, licik sekaligus taktis tapi dia juga melahirkan Ksatria Ksatria sejati.
Pitoyo Amrih, menceritakan dengan gaya novelis yang mengasyikkan. Sehingga kita seperti dibawa dalam cerita dunia pewayangan yang penuh intrik, tipu maupun cerita heroik.
Pada kesimpulannya, kita harus banyak belajar dari siapa saja. Bahkan dari musuh sekalipun. Karena baik buruknya seseorang adalah dari seberapa banyak dia bisa belajar dan mengambil hikmah kebaikan bagi dirinya dan bagi orang sekitarnya. Resi Durna memang bukan tokoh yang dianggap mulia perbuatannya. Tapi dari ajarannya, dia bisa melahirkan Ksatria, pahlawan serta tokoh pemimpin yang patut jadi panutan orang. Kita tidak punya hak untuk mencap seseorang hanya karena, misalnya, perangai buruknya saja. Malah dengan perangai buruknya, kita bisa belajar banyak, yang dapat membuat kita menjadi orang yang selalau hati-hati dan waspada.
Bukankah Al Qur'an juga mengingatkan kita untuk selalu introspeksi:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Alhasyr [59]:18).
Semakin kita bisa dan pandai mengoreksi diri sendiri, semakin mulialah hidup kita ini. Kanjeng Rosululloh pun pernah bersabda:
“Lakukan penilaian atas dirimu sendiri sebelum engkau dinilai orang lain.” (HR Bukhori).
Sumber: Resi Durna Karya : Pitoyo Amrih, Penerbit Diva Press, cetakan pertama 2010
Aneka Herbal Penurun Gula Darah

Sejumlah tanaman obat memiliki efek seperti insulin dalam tubuh manusia. Tanaman tersebut menurunkan gula darah yang berlebihan pada penyandang diabetes. Dipadu pola makan dan olahraga, herbal dikonsumsi sesudah makan untuk mengendalikan kadar gala darah.
Jumlah penyandang diabetes melitus belakangan ini di Tanah Air terus meningkat. "Salah satu sebabnya adalah konsumsi terlalu banyak karbohidrat. Berapa banyak pun beras diproduksi di Indonesia, pasti habis. Seharusnya kita mengurangi asupan karbohidrat," ujar Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departermen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia.
Terlalu banyak karbohidrat akan menyebabkan produksi gula berlebihan di dalam darah. Gula darah yang berlebihan itu menyebabkan terjadinya penyakit diabetes. Kabar buruknya, bila sudah terkena, diabetes hanya bisa dikendalikan dengan pengendalian gula darah.
"Pengendalian gula darah itu tidak bisa dilakukan dengan pengaturan pola makan semata. Perlu olahraga," kata Prof. Sumali.
Tanaman obat pun bisa dikonsumsi untuk membantu mengendalikan gula darah. "Obat herbal bekerja seperti insulin. Tanaman herbal ini bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa efek samping berarti," imbuhnya.
Diungkapkan Dr. Prapti Utami, dokter yang mendalami tanaman obat, tanaman obat berfungsi konstruktif, yaitu membangun kembali jaringan yang rusak serta menyembuhkan komplikasi. Obat herbal bekerja menurunkan gula darah dengan mekanisme menghambat penyerapan gula berkat kadar seratnya yang tinggi.
Tanaman seperti pare bekerja memperbaiki sel beta pankreas. "Ada juga yang merangsang sel beta pankreas gula darah," ujar Dr Prapti.
Untuk diabetesi yang harus mengongurns obat dari dokter agar gula darahnya terkendali, perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi tanaman obat. "Perlu jarak waktu antara minum obat clan minum tanaman obat," kata Prof. Sumali. Berikut adalah beberapa herbal penurun gula darah :
1. Mahkota Dewa
Efek farmakologi: antiradang, obat disentri, sakit kulit, dan eksim.
Cara penggunaan : lima hingga tujuh iris buah mahkota dewa diseduh dengan satu gelas air panas (200 cc). Tutup dan biarkan sebentar agar melarut dulu. Setelah itu minum secukupnya.
2. Brotowali
Efek farmakologi : analgesik (menghilangkan rasa sakit), anti piretik (menurunkan panas)
Cara penggunaan : siapkan 6 cm batang brotowali, cuci bersih, lalu potong-potong. Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dlan sepertiga daun kumis kucing. Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua gelas. Diminum setelah makan.
3. Mengkudu
Efek farmakologi : memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.
Cara penggunaan : dua buah mengkudu masak diparut, tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras dengan sepotong kain lalu diminum.
4. Lidah buaya
Efek farmakologi : antiradang, pencahar
Cara penggunaan : 1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya, kemudian dipotong-potong, Rebus lidah buaya dengan tiga gelas air sampai menjadi satu setengah gelas. Minum 3 x1,5 gelas setiap habis makan.
5. Pare
Efek farmakologi : antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas mengeluarkan insulin.
Cara penggunaan : 200 gram buah pare segar dipotong-potong, lalu dijus atau direbus. Kemudian airnya diminum. 6. Teh Hijau
Efek farmakologi : polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jumal BMC Pharmacology edisi 2004.
Cara penggunaan : satu sendok tek daun teh hijau diseduh dengan air panas. Minum setelah makan.
(Dian Savitri)
Sumber:http://health.kompas.com/read/2011/10/29/19464262/Aneka.Herbal.Penurun.Gula.Darah
Jumat, 21 Oktober 2011
Manfaat Sehat Cuka Sari Apel

Penulis : Ikarowina Tarigan
ANDA mungkin sudah sering mendengar manfaat cuka sari apel. Selain digunakan dalam mengasinkan daging, ayam dan ikan, serta campuran salad, cuka sari apel juga baik bagi kesehatan. Tapi, jangan salah menentukan pilihan, cuka sari apel juga ada 2 jenis. Ada cuka sari apel organik dan ada juga cuka yang jernih dan bercahaya. Manakah yang terbaik? Cuka jernih ini tidak mengandung semua manfaat cuka sari apel bagi kesehatan.
Cuka sari apel yang sebenarnya
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang seutuhnya pilihlah cuka sari apel organik yang tidak disaring. Warnanya tidak jernih, tapi mengandung bintik-bintik kecokelatan di dalamnya. Jika melihat ke dalamnya, Anda akan melihat substansi seperti sarang laba-laba kecil mengapung di dalamnya. Ini artinya, cuka sari apel berkualitas baik yang kaya nutrisi dan zat-zat yang baik bagi kesehatan.
Tetapi, pembeli kadang-kadang tertipu dengan penampilan cuka sari apel alami yang tidak menarik. Bayangkan saja, jika dihadapkan pada cuka yang terlihat kotor dengan benda-benda mengapung di dalamnya. Mungkin Anda tidak akan tertarik membelinya. Alasan ini juga yang membuat industri mendestilasi cuka sari apel tersebut.
Cuka organik diuapkan untuk mendapatkan cuka yang berkilau. Kebanyakan cuka yang dijual di pasaran adalah jenis ini. Tahukah Anda, proses pemanasan ini merusak hampir semua nutrisi-nutrisi sehat dalam cuka. Destilasi ini hanya membuat penampilan cuka jadi lebih menarik. Jika sudah tahu rahasianya, pastinya Anda bisa memilih dengan lebih bijaksana.
Manfaat cuka sari apel bagi kesehatan
Manfaat cuka sari apel telah dikenal jauh sebelum tahun masehi. Bapak kedokteran dunia, Hipocrates, bahkan telah menggunakan cuka ini sekitar tahun 400 sebelum masehi. Hipocrates dinyatakan hanya menggunakan 2 bahan penyembuh, madu dan cuka sari apel.
Cuka sari apel dibuat dari apel masak segar yang difermentasikan dan melalui proses yang ketat sebelum menjadi produk akhir. Cuka ini mengandung berbagai vitamin, beta karoten, pectin dan berbagai mineral penting lainnya seperti kalium, sodium, magnesium, kalsium, fosfor, klorin, sulfur, besi dan fluor.
Semua kandungan dalam cuka sari apel ini sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pectin misalnya, merupakan sejenis serat yang berfungsi mengurangi kadar kolesterol jahat LDL serta membantu mengatur tekanan darah. Selain itu, Anda membutuhkan suplemen kalsium seiring pertambahan usia. Dan cuka ini akan membantu mengekstrak kalsium dari buah-buahan, sayuran dan daging yang dicampur dengannya. Hal ini tentunya akan membantu mempertahankan kekuatan tulang.
Kekurangan kalium bisa memicu berbagai gangguan kesehatan termasuk rambut rontok, kuku jari yang lemah, gigi yang rapuh, sinusitis, serta hidung meler terus-menerus. Untuk menambah asupan kalium, Anda bisa mengonsumsi cuka sari apel yang diyakini kaya akan kalium. Studi-studi juga telah menemukan kalau kekurangan kalium bisa mengganggu pertumbuhan. Anda bisa menghindari gangguan ini dengan cuka sari apel. Selain itu, kalium ini juga membantu mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh.
Sedang kandungan beta karoten membantu mengatasi kerusakan akibat radikal bebas, membantu mempertahankan kekencangan kulit serta membantu agar penampilan tetap terlihat muda. Cuka sari apel juga bagus untuk mempertahankan berat badan dengan cara menghancurkan lemak. Jadi, penurunan berat badan akan terjadi secara alami.
Cuka sari apel juga mengandung malic acid yang sangat membantu dalam melawan infeksi jamur dan bakteri. Malic acid ini akan menghancurkan timbunan uric acid yang terbentuk di sekitar persendian, dengan begitu meredakan sakit pada persendian. Uric acid ini selanjutnya akan dikeluarkan dari dalam tubuh.
Ada juga klaim yang menyatakan kalau cuka sari apel membantu mengatasi gangguan seperti konstipasi, sakit kepala, arthritis, tulang lemah, pencernaan, kolesterol tinggi, diare, eksem, mata perih, keletihan kronis, keracunan kaki ringan, rambut rontok, tekanan darah tinggi, obesitas, serta berbagai penyakit lainnya. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang menyebut cuka sari apel sebagai "obat yang menakjubkan".
Cara konsumsi
Pastikan kalau Anda menggunakan cuka organik yang alami. Cuka yang jernih dan berkilau hampir tidak mempunyai manfaat kesehatan sama sekali.
Banyak pengguna menyatakan kalau konsumsi cuka ini sebaiknya dilakukan di pagi hari. Anda bisa mengonsumsi dengan cara mencampurkan 2 sendok makan cuka dan 2 sendok makan madu dalam segelas air kemudian meminumnya. Campuran ini akan sedikit asam, dan mungkin bukan cara terbaik memulai hari, tapi dengan merasakan manfaatnya, cara ini tidaklah seburuk itu.
Banyak yang melaporkan kalau mengikuti rutinitas ini di pagi hari bisa mengatasi masalah konstipasi, yang merupakan salah satu penyebab utama berbagai penyakit. Konstipasi seringkali menjadi penyebab sakit kepala yang memicu bad mood, gangguan tidur, serta perasaan lelah di sepanjang hari. Maka, Anda bisa mengatasi masalah ini dengan memecahkan gangguan konstipasi terlebih dahulu. Selain itu, rutinitas ini juga bisa menghilangkan bintik-bintik merah yang bisa muncul di kulit dan memperbaiki tekstur kulit. Dengan begitu, Anda akan terlihat lebih bercahaya secara alami.
Tentu sjaa ini bukan satu-satunya cara. Anda juga bisa mencampurkan cuka ini dengan salad. Gantikan minyak yang biasa Anda gunakan dengan taburan cuka. sementara bagi Anda penyuka daging, Anda bisa menggunakan cuka ini dalam mengasinkan daging tersebut. Cuka ini tidak hanya akan menambah rasa tapi juga melembutkan daging.
Jika Anda terbiasa minumk jus lemon, bisa juga mengganti atau memvariasikannya dengan campuran air dan 2 sendok makan cuka sari apel. Jika rasanya terlalu asam menurut Anda, tambahkan madu sebagai pemanis. Tambahan madu ini juga bisa meningkatkan kesehatan.
Anda tertarik? Silahkan mencoba. Tapi jangan lupa pilih cuka sari apel yang alami.
sumber:http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/06/03/1241/3/Manfaat-Sehat-Cuka-Sari-Apel
Jumat, 14 Oktober 2011
Cerita Syeithon
Ini cerita hasil kiriman teman. Cerita sederhana, tapi pada saat yang tepat aku baca, ternyata mempunyai hikmah yang begitu dalam. Pada saat kita ingin berbuat baik, kadang ada saja halangannya, yang bisa menyebabkan kita jadi urung untuk meneruskannya. Kadang justru yang menghalangi adalah niat baik kita itu adalah orang terdekat kita sendiri, yang (mungkin) akan menerima manfaat dari perbuatan baik kita.
Begini ceritanya...
Seorang lelaki muda bangun di awal pagi utk solat subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudu' dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan lelaki itu jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudu', dan, berjalan menuju masjid.
Dlm perjalanan ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Dirumah, dia, sekali lagi berganti baju, berwudu' dan berjalan lagi menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu. Dia menyapa lalu lelaki itu menjawab "Saya melihat kamu jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan kamu.' Lelaki muda mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.
Saat sampai di masjid, lelaki muda itu mengajak teman barunya yang membawa lampu untuk masuk sholat subuh bersamanya. Lelaki tadi menolak. Berkali-kali diajak tetapi jawabannya sama.
Lelaki muda bertanya, kenapa menolak untuk masuk sholat. Lelaki pembawa lampu menjawab:
AKU ADALAH SYAITAN !
Lelaki muda itu sungguh terkejut..!
Syaitan menjelaskan, ''Saya melihat kamu berjalan ke masjid,dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Alloh mengampunkan semua dosamu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan itupun tidak membuatmu merubah fikiran tetapi tetap kembali ke masjid.
Karena itu, Alloh mengampunkan dosa seluruh keluargamu. Saya kuatir jika saya membuatmu jatuh ketiga kalinya, mungkin Alloh akan mengampunkan dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai dimasjid dengan selamat..'
(sumber cerita: kiriman teman dan saudara yg mungkin juga copas dari tempat lain secara berantai, sehingga sulit mencari siapa penutur asli cerita ini)
Jangan abaikan suatu niat baik yg kita mau lakukan, karena kita tidak pernah tahu ganjaran yang bakal kita perolehi dari segala kesulitan yang kita hadapi demi melaksanakan niat baik tersebut .
Seperti sabda Rosululloh Sholallohu 'alayhi wa sallam:
“Sesungguhnya Alloh tidak akan menilai bentuk tubuh kamu dan tidak pula menilai rupa kamu, tetapi Alloh hanya menilai kepada hatimu (niat yang ikhlas).”
(HR. Muslim)
Begini ceritanya...
Seorang lelaki muda bangun di awal pagi utk solat subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudu' dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan lelaki itu jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudu', dan, berjalan menuju masjid.
Dlm perjalanan ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Dirumah, dia, sekali lagi berganti baju, berwudu' dan berjalan lagi menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu. Dia menyapa lalu lelaki itu menjawab "Saya melihat kamu jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan kamu.' Lelaki muda mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.
Saat sampai di masjid, lelaki muda itu mengajak teman barunya yang membawa lampu untuk masuk sholat subuh bersamanya. Lelaki tadi menolak. Berkali-kali diajak tetapi jawabannya sama.
Lelaki muda bertanya, kenapa menolak untuk masuk sholat. Lelaki pembawa lampu menjawab:
AKU ADALAH SYAITAN !
Lelaki muda itu sungguh terkejut..!
Syaitan menjelaskan, ''Saya melihat kamu berjalan ke masjid,dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Alloh mengampunkan semua dosamu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan itupun tidak membuatmu merubah fikiran tetapi tetap kembali ke masjid.
Karena itu, Alloh mengampunkan dosa seluruh keluargamu. Saya kuatir jika saya membuatmu jatuh ketiga kalinya, mungkin Alloh akan mengampunkan dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai dimasjid dengan selamat..'
(sumber cerita: kiriman teman dan saudara yg mungkin juga copas dari tempat lain secara berantai, sehingga sulit mencari siapa penutur asli cerita ini)
Jangan abaikan suatu niat baik yg kita mau lakukan, karena kita tidak pernah tahu ganjaran yang bakal kita perolehi dari segala kesulitan yang kita hadapi demi melaksanakan niat baik tersebut .
Seperti sabda Rosululloh Sholallohu 'alayhi wa sallam:
“Sesungguhnya Alloh tidak akan menilai bentuk tubuh kamu dan tidak pula menilai rupa kamu, tetapi Alloh hanya menilai kepada hatimu (niat yang ikhlas).”
(HR. Muslim)
Langganan:
Postingan (Atom)