Label

Selasa, 12 April 2011

GAMBARU

Say YES to GAMBARU!

Say YES to GAMBARU!

by Rouli Esther Pasaribu on Monday, March 14, 2011 at 12:02pm
Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gam baru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya :

"doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu" (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri. Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a must!

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain. Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan. Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV. Jadi yang ada apaan dong?

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :

1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana
4. Tips-tips menghadapi bencana alam
5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana
7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)
8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)
*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.....I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau. Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya. Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini.

Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga. Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).

Say YES to GAMBARU!

Sumber: http://rouliesther.blogspot.com/2011/03/say-yes-to-gambaru.html

Selasa, 15 Maret 2011

Kandungan Babi Yang Masuk kedalam Tubuh

Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar ke Tubuh Kita!


Oleh : Redaksi 10 Oct, 09 - 11:00 am

Christein MeindertsmaKecuali
suara khas jeritannya, kandungan hewan ini seakan menginvasi kehidupan
manusia. Dari permen hingga peluru dan senjata kimia!

Bagi mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong
bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana
perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya
untuk manusia itu. Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma , mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.

"Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang
terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu
saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman
peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu
dari hewan-hewannya."

Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label
kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir
dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling
tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan
shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.

Christein Meindertsma

Christein berkata, "Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui
betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi.
Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang
sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan
jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan."

Proses Piramid Pig Fat bahan baku Untuk Makanan & Cosmetik dll


Makanan & Agar Agar/Gel yg kebanyakan dibuat dari bahan Gelatin
Permen Percy Pigs[Menurut
catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9
pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen
kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice.
Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah
menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses
produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.

Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi
banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks &
Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.

Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus,
gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman.
Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan
tannin dalam cairan dan menyerap keruh.

Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung
gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih
mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin.
Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.


Berbagai produk makanan, Yoghurt & kosmetik yg menggunakan GelatinProduk-produk
kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam
lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo
dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti
mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas
bedak, dan krim anti kerut.

Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.

Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan
beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya
mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan,
tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari
bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses
produksi dan distribusinya.

Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label
bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan
itu diambil.

Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi
produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka
gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus
dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena
suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa
Inggris).

Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman
lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company
dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari
kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi
berskala industri.

"Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke
sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual
babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya," kata
Lutwyche.

"Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya.
Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin
yang mereka bisa."

Bagian daging & Lemak Babi

"Ada
ungkapan lama yang mengatakan, 'bicara soal babi, Anda bisa
memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya.' Selama lebih dari 100
tahun penggunaannya berkembang pesat," ujar Lutwyche.

Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi
sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari
tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari
babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat
yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.

Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.

Lain kali jika membeli roti, mungkin Anda perlu melihat kemasan
pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein
yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk
melembutkan adonan.

Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein
adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak. Gelatin tulang babi
digunakan untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.

Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari
hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.

Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu.
Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya
menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena
kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.

Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih
keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan
yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.

Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin
yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung
babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.

Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:


Hati Hati Permen Mengandung Bahan Babi1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia.

2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.

3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.

4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.

5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.

6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna

7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.

8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.

9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.

10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.

11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.

12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.

13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.

14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.

15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.

16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.

17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening

18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.

19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.

20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.

21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.

22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.

23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.

24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter
rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam
tubuh perokok.

25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.

26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.

27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat
retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke
dalam mata.

28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.

29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.

30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.

31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur
dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu
yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)

32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.

33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.

34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.

35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.

36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.

37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang
murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.

38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.

39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.

40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel,
dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering
digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan
permen karet.

Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang
berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita
tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus.
Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses
industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi
sama sekali.

Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu
bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya
ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri
dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat.
[di/dm/www.hidayatullah.com]

Designer Christien Meindertsma of Rotterdam, the Netherlands, has
accepted the INDEX:Award 2009 in the Play category for her study and
resulting book on the 185 product groups supported by a single
commercial-farm pig. http://www.designtoimprovelife.dk

PIG 05049 is the first communications design given by the international
jury of INDEX: and the book of the same title is to be made available
free of charge on the Internet. Meindertsma's work revealed surprising
commercial uses for pigs, from ammunition and train brakes to medicines
and fine bone china -- as well as more predictable uses such as
foodstuffs along the lines of frankfurters and sausages. INDEX: Design
to Improve Life gives the richest prize for design in the world --
500,000 euros -- on a biennial basis, as the Danish government's
outreach program for humanitarian design. Design to Improve Life is
Denmark's INDEX: to a better world.

Etalase Makanan yg mengandung babi
Sumber : http://swaramuslim.net/galery/more.php?id=6345_0_18_0_M

Buku Pig 05049


[Non-text portions of this message have been removed]

Minggu, 20 Februari 2011

In Memoriam- Hary Harun Al Rasyid



Hari itu jum'at saya janjian dengan rekan Zurias untuk menjenguk rekan dan sahabat kami Hary atau yang lebih populer dpanggil Ai atau Ayi. Yang sudah dirawat sejak selasa 15 Februari 2011. Akan tetapi karena satu dan lain hal Zurias tidak jadi menjenguk. Maka saya agak bingung karena mobil yang ada dua acara dengan satu mobil, jemput anak di depok dan menjenguk Hary di Cilegon. Setelah jum;atan, saya putuskan tetap menjenguk Ayi ke Cilegon. Urusan jemput anak di Depok pegimana nanti aja.
Akhirnya, jadi juga menjenguk sahabat saya ini. Sampai di Rumah Sakit, saya langsung mencari ruangan ICCU, tapi karena bingung dengan nama yang beda, ada ICU, ada ICCU, ada Dahlia. Jadi saya sibuk kesana kemari cari ruanagn ICCU. Alhamdulillah, ketemu seorang perawat yang dapat menunjukkan dengan tepat ruangan ICCU. Pas dipintu masuk ruang ICCU saya berpapasan dengan putri Ayi, Arcky. Dia menyapa saya dan sambil terisak mengatakan: "Papa sudah tiada"
Sungguh lemas badan ini dan seperti tersambar petir rasanya, langsung saya menuju ruangan tempat sahabat dirawat. Disitu sudah ada Wina rekan kita juga istri almarhum sedang menciumi kening, tangan dan kaki almarhum. Sambil berbisik:" "Papa saya ikhlash maafkan saya" (kurang lebih seperti itu yang saya ingat)
Remuk rasanya hati ini mendengar seorang istri berbisik seperti itu, yang begitu setia mendampingi almarhum selama puluhan tahun.
Kita semua tahu, Wina adalah pacar almarhum sejak kita SMP, sampai mereka menuju jenjang pernikahan. Munghkin dari seluruh rekan alumni, usia pernikahan Ayi dan Wina adalah yang terlama, hingga maut menjemput almarhum. Sungguh suatu pemandangan yang mengharukan.

Sudah pergi sahabat yang periang, sahabat penuh canda yang mewarnai pergaulan selama 40 tahun lebih sejak kita sekolah di SMP V tahun 1970. Sungguh usia persahabatan yang cukup lama.
Bagi saya alamarhum adalah sahabat yang sangat menjaga perasaan teman-temannya. Bagi saya, almarhum tidakpernah terlihat konflik antar pertemanan. Padahal konflik kecil pada usia remaja itu sangat biasa dan wajar saja. Almarhum seperti menjauhi benturan dan menjaga perasaan rekan-rekannya.
Bukankah begitu rekan rekan yang lain...?
Bahkan almarhum tidak membeda-bedakan satu teman dengan teman yang lain. Bahkan ingatan beliau terhadap teman teman SMP V, pada waktu mengurus Reuni kita yang terakhir yang lalu, jauh melebihi ingatan saya. bahkan nama dan tempat tinggal terakhir rekan rekan tersebut, masih diingatnya Sungguh kemampuan yang luar biasa...(paling tidak untuk ukuran saya, yang sudah menurun daya ingatnya, mungkin karena sudah terlalu banyak bergaul dengan angka-angka dan data).

Kenangan terakhir bersama almarhum adalah ketika almarhum dan saya pulang dari pertemuan membahas reuni di Hotel Borobudur. Sebelumnya ditengah-tengah "meeting" diselingi sholat zuhur dan ashar di hotel. Ada kejadian lucu, saat sholat ashar. Mungkin rekan Basuki masih ingat cerita seputar sholat ashar itu, yang bikin kita semua cekikikan.
Kembali kepada kejadian sepulang dari pertemuan di Hotel Borobudur, almarhum minta diturunkan di pintu tol Kebon Jeruk. Untuk menmeruskan perjalanan pulang dengan Bus Umum. Padahal waktu itu sudah cukup malam. Ketika saya dalam perjalanan kerumah sakit Cilegon, dalam hati saya bergumam, sejauh ini jalan yang ditempuh almarhum, hanya untuk sekedar menghadiri pertemuan membahas rencana reuni SMP V? Sungguh suatu pengabdian dan pengorbanan waktu dan tenaga yang tidak kecil. Hal kecil yang patut jadi teladan kita semua.

Kenangan terakhir ketika memandikan jenazah almarhum, disitu saya sempat mencium kembali kening sahabat untuk terakhir kalinya, sambil berbisik:

"Selamat jalan Ay, tenanglah tidur disisi Penciptamu, tunggulah kami semua sahabat sahabatmu, insyaAlloh cepat atau lambat kami juga menyusul"

Almarhum tetap lelap dalam tidur panjangnya.

"Yaa ayyuhan nafsul muthmainnah, 'irji;ii ilaa rodliyatam mardiyyah, fadkhulii fii 'ibadii, wadkhulii jannati"

Wahai jiwa yang tenang
Kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridlo dan di ridloi NYA
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba KU
Dan masuklah ke dalam surga KU
(Al Fajr ayat 27-30)

Jumat, 21 Januari 2011

Blues, Dangdut and Me

رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَہُمَا فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَـٰدَتِهِۦ‌ۚ هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُ ۥ سَمِيًّ۬ا (
٦٥


Tuhan [yang menguasai] langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia [yang patut disembah]? (S. Maryam ayat 65)

Itulah sepotong ayat yang kebetulan dibahas semalam dalam pengajian di masjid dekat rumah. Ada sepotong kata dalam surat itu yang menggugah hati, yaitu وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَـٰدَتِهِ.
Washthobir li'ibadatih... berteguh hatilah dalam beribadat padaNYA atau dengan arti lain dan bersabarlah dalam beribadah padaNYA.
Seakan terasa aneh, dikatakan Alloh menguasai segenap langit dan bumi, termasuk segala sesuatu yang ada didalamnya. Dan kita diperintahkan untuk beribadah padaNYA.Akan tetapi kita disuruh bersabar dan meneguhkan hati dalam beribadah...kalau memakai logika kita yang terbatas ini, jika Tuhan Maha Perkasa, kenapa juga DIA suruh kita beribadah, sekaligus disuruh sabar dalam menjalankannya. Apakah Alloh tidak menjaga kita, sehingga jika kita menghadapi masalah dalam beribadat padaNYA, kita bisa terjerumus tanpa ada yang membantu?

Sejatinya, hidup ini adalah ujian. Dalam hidup kita silih berganti merasakan kenikmatan dan penderitaan. Bukankah keduanya adalah cobaan, bukan hanya penderitaan, kenikmatan yang kita rasakan juga merupakan ujian. Harta benda, jabatan, pendidikan tinggi, kekayaan, kehormatan, istri, suami, anak semuanya adalah cobaan dan ujian bagi kita. Adakah kita tetap istiqomah, teguh, tetap beribadah padaNYA? Bukankah kita diciptakan olehNYA, memang untuk beribadah padanya? Wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya'buduni....tidak AKU jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah padaKU..

Sabar tidak berarti "nrimo" dalam arti pasif. Jangan artikan sabar sebagai penerimaan yang tidak ada lagi daya upaya , ikhtiar, perjuangan untuk mengatasi ujian dan cobaan yang kita alami. Sabar untuk mencapai kenikmatan nan abadi, jannatul firdaus, harus diperjuangkan dengan segala daya. Sudah pasti, Alloh akan mencoba hambaNYA sebelum si hamba dipersilakan memasuki surga yang diwariskan bagi hambaNYA yang taqwa.
Bukankah menahan godaan untuk menjadi cepat kaya, lewat jalan yang bathil adalah sebuah cobaan? Bukankah jabatan dan kekuasaan yang kita miliki juga merupakan amanah yang harus dijaga, dan menjaga amanah itu juga suatu ujian yang berat?
Bukankah anak yang diamanahkan Alloh kepada kita juga suatu bentuk amanah yang harus dijaga, dan diperjuangkan agar kelak mereka menjadi insan yang lebih baik dari kedua orang tuanya, generasi yang lebih cerdas, teguh keimanannya, pemimpin umat dan sehingga menjadi generasi yang dicintai dan diridhoi Tuhannya

Seperti kata pujangga, bukankah piala dihasilkan dari logam yang dipanaskan hingga lumat, cair dan kemudian ditempa, digosok dan disikat sehingga menjadi sebuah piala.
Setelah semua dapat dilalui dengan baik, pastilah Alloh akan mempersilakan kita memamsuki surga yang memang disediakan bagi hambaNYA yang lulus menempuh ujian dan cobaan di dunia.

يَـٰٓأَيَّتُہَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ (٢٧) ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬ (٢٨) فَٱدۡخُلِى فِى عِبَـٰدِى (٢٩) وَٱدۡخُلِى جَنَّتِى (٣٠)

Hai jiwa yang tenang. (27) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (28) Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, (29) dan masuklah ke dalam surga-Ku. (30)
(S.Fajr)

Cuma sekarang pertanyaannya, apa hubungannya dengan judul diatas?

Jawabannya tidak ada sama sekali, lah wong saya cuma mau tulis judul se enaknya aja. Kebetulan pagi ini, saya jalan-jalan pagi dengan istri tercinta, sambil pake iPod mendengarkan alunan lagu Blues, tapi bunderan deket komplek dimana saya tinggal menyetel lagu dangdut dengan speaker keras keras. Sehingga Blues tercampur dengan Dangdut..... rasanya kayak Es Doger, ada manis, asem, dingin dan gurih.

Wassalam

Kamis, 20 Januari 2011

Manfaat Sirsak

Sirsak buah yang bernama latin Annona Muricata, di kenal juga dengan nama nangka sabrang, nangka londo, nangka buris, dan di Bali lebih dikenali sebagai srikaya Jawa. Di LN dikenal juga dengan nama Soursop. Selain lezat, buah ini juga kaya kandungan obat.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi),effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Rasanya yang manis keasaman itu memberikan sensasi tersendiri bagi para penggemarnya. Bagi yang senang sarapan dengan roti, buah sirsak juga sering ditambahkan dalam bentuk selai. Apapun bentuk olahannya, cita rasa sirsak tetap melekat kuat pada produk, sehingga sangat mudah dikenali.

Adapun kandungan dari buah sirsak adalah sbb:
Kaya Vitamin C
Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.
Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.
Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).
Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.

Keunggulan sirsak terletak pada kadar sodium (natrium) yang rendah (14 mg/100 g) tetapi tinggi potasium (kalium), yaitu 278 mg/l00 g. Perbandingan kalium dan natrium yang tinggi sangat menguntungkan dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi.

Kaya Serat
Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).
Sari buah (jus) sirsak di dalam sistem pencernaan akan meningkatkan selera makan. Kegunaan lain dari sari buah ini adalah untuk pengobatan pinggang pegal dan nyeri, penyakit wasir (ambeien), batu empedu, dan lain-lain. (Oleh: Prof. DR. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi/ http://kompas.com/ver1/Kesehatan/0608/15/161830.htm)

Berikut rangkuman kegunaan sirsak :

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker. Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah sirsak.

Untuk penyembuhan, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak
yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan
direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.
Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap
hari 2 kali.

Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip
dengan efek kemoterapi. Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter,katanya cukup berkasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan
lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel
yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh
normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga
sebagian sel sel yang normal. http://forum.vibizportal.com

2. Khasiat dan manfaat untuk pengobatan lainnya:

* Ambeien.
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
* Sakit Kandung Air Seni.
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
* Bayi Mencret.
Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.

* Anyang-anyangen.
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.

* Sakit Pinggang.
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
*Bisul.
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.

sumber: sini (http://sudarjanto.multiply.com/journal/item/6695)

Selasa, 04 Januari 2011

Memahami Arti Zuhud

Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi berbagai nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Sebagian orang salah paham dengan istilah zuhud. Dikira zuhud adalah hidup tanpa harta. Dikira zuhud adalah hidup miskin. Lalu apa yang dimaksud dengan zuhud yang sebenarnya? Semoga tulisan berikut bisa memberikan jawaban berarti.

Mengenai zuhud disebutkan dalam sebuah hadits,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ قَالَ أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِى عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِىَ اللَّهُ وَأَحَبَّنِىَ النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ ».

Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, ia berkata ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya. An Nawawi mengatakan bahwa dikeluarkan dengan sanad yang hasan)

Dalam hadits di atas terdapat dua nasehat, yaitu untuk zuhud pada dunia, ini akan membuahkan kecintaan Allah, dan zuhud pada apa yang ada di sisi manusia, ini akan mendatangkan kecintaan manusia.[1]

Penyebutan Zuhud Terhadap Dunia dalam Al Qur’an dan Hadits

Masalah zuhud telah disebutkan dalam beberapa ayat dan hadits. Di antara ayat yang menyebutkan masalah zuhud adalah firman Allah Ta’ala tentang orang mukmin di kalangan keluarga Fir’aun yang mengatakan,

وَقَالَ الَّذِي آَمَنَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ (38) يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآَخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ (39)

“Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Ghafir: 38-39)

Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al A’laa: 16-17)

Mustaurid berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِى الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ – فِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ

“Demi Allah, tidaklah dunia dibanding akhirat melainkan seperti jari salah seorang dari kalian yang dicelup -Yahya berisyarat dengan jari telunjuk- di lautan, maka perhatikanlah apa yang dibawa.” (HR. Muslim no. 2858)

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan, “Dunia seperti air yang tersisa di jari ketika jari tersebut dicelup di lautan sedangkan akhirat adalah air yang masih tersisa di lautan.”[2] Bayangkanlah, perbandingan yang amat jauh antara kenikmatan dunia dan akhirat!

Dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya harga dunia itu di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk tentu Allah tidak mau memberi orang orang kafir walaupun hanya seteguk air.” (HR. Tirmidzi no. 2320. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Tiga Makna Zuhud Terhadap Dunia

Yang dimaksud dengan zuhud pada sesuatu –sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rajab Al Hambali- adalah berpaling darinya dengan sedikit dalam memilikinya, menghinakan diri darinya serta membebaskan diri darinya.[3] Adapun mengenai zuhud terhadap dunia para ulama menyampaikan beberapa pengertian, di antaranya disampaikan oleh sahabat Abu Dzar.

Abu Dzar mengatakan,

الزَّهَادَةُ فِى الدُّنْيَا لَيْسَتْ بِتَحْرِيمِ الْحَلاَلِ وَلاَ إِضَاعَةِ الْمَالِ وَلَكِنَّ الزَّهَادَةَ فِى الدُّنْيَا أَنْ لاَ تَكُونَ بِمَا فِى يَدَيْكَ أَوْثَقَ مِمَّا فِى يَدَىِ اللَّهِ وَأَنْ تَكُونَ فِى ثَوَابِ الْمُصِيبَةِ إِذَا أَنْتَ أُصِبْتَ بِهَا أَرْغَبَ فِيهَا لَوْ أَنَّهَا أُبْقِيَتْ لَكَ

“Zuhud terhadap dunia bukan berarti mengharamkan yang halal dan bukan juga menyia-nyiakan harta. Akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah engkau begitu yakin terhadapp apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu. Zuhud juga berarti ketika engkau tertimpa musibah, engkau lebih mengharap pahala dari musibah tersebut daripada kembalinya dunia itu lagi padamu.”[4]

Yunus bin Maysaroh menambahkan pengertian zuhud yang disampaikan oleh Abu Dzar. Beliau menambahkan bahwa yang termasuk zuhud adalah, “Samanya pujian dan celaan ketika berada di atas kebenaran.”[5]

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Zuhud terhadap dunia dalam riwayat di atas ditafsirkan dengan tiga hal, yang kesemuanya adalah amalan batin (amalan hati), bukan amalan lahiriyah (jawarih/anggota badan). Abu Sulaiman menyatakan, “Janganlah engkau mempersaksikan seorang pun dengan zuhud, karena zuhud sebenarnya adalah amalan hati.“[6]

Cobalah kita perhatikan penjelasan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah terhadap tiga unsur dari pengertian zuhud yang telah disebutkan di atas.

Pertama: Zuhud adalah yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih diharap-harap dari apa yang ada di sisinya. Ini tentu saja dibangun di atas rasa yakin yang kokoh pada Allah. Oleh karena itu, Al Hasan Al Bashri menyatakan, “Yang menunjukkan lemahnya keyakinanmu, apa yang ada di sisimu (berupa harta dan lainnya –pen) lebih engkau harap dari apa yang ada di sisi Allah.”

Abu Hazim –seorang yang dikenal begitu zuhud- ditanya, “Apa saja hartamu?” Ia pun berkata, “Aku memiliki dua harta berharga yang membuatku tidak khawatir miskin: [1] rasa yakin pada Allah dan [2] tidak mengharap-harap apa yang ada di sisi manusia.”

Lanjut lagi, ada yang bertanya pada Abu Hazim, “Tidakkah engkau takut miskin?” Ia memberikan jawaban yang begitu mempesona, “Bagaimana aku takut miskin sedangkan Allah sebagai penolongku adalah pemilik segala apa yang ada di langit dan di bumi, bahkan apa yang ada di bawah gundukan tanah?!”

Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Hakikat zuhud adalah ridho pada Allah ‘azza wa jalla.” Ia pun berkata, “Sifat qona’ah, itulah zuhud. Itulah jiwa yang “ghoni”, yaitu selalu merasa cukup.”

Intinya, pengertian zuhud yang pertama adalah begitu yakin kepada Allah.

Kedua: Di antara bentuk zuhud adalah jika seorang hamba ditimpa musibah dalam hal dunia berupa hilangnya harta, anak atau selainnya, maka ia lebih mengharap pahala dari musibah tersebut daripada dunia tadi tetap ada. Ini tentu saja dibangun di atas rasa yakin yang sempurna.

Siapakah yang rela hartanya hilang, lalu ia lebih harap pahala?! Yang diharap ketika harta itu hilang adalah bagaimana bisa harta tersebut itu kembali, itulah yang dialami sebagian manusia. Namun Abu Dzar mengistilahkan zuhud dengan rasa yakin yang kokoh. Orang yang zuhud lebih berharap pahala dari musibah dunianya daripada mengharap dunia tadi tetap ada. Sungguh ini tentu saja dibangun atas dasar iman yang mantap.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ini telah mengajarkan do’a yang sangat bagus kandungannya, yaitu berisi permintaan rasa yakin agar begitu ringan menghadapi musibah. Do’a tersebut adalah,

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا

“Allaahummaqsim lanaa min khosy-yatika maa yahuulu bihii bainanaa wa baina ma’aashiika, wa min thoo’atika maa tuballighunaa bihi jannatak, wa minal yaqiini maa tuhawwinu bihi ‘alainaa mushiibaatid dunyaa” (Ya Allah, curahkanlah kepada kepada kami rasa takut kepadaMu yang menghalangi kami dari bermaksiat kepadaMu, dan ketaatan kepadaMu yang mengantarkan kami kepada SurgaMu, dan curahkanlah rasa yakin yang dapat meringankan berbagai musibah di dunia) (HR. Tirmidzi no. 3502. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Inilah di antara tanda zuhud, ia tidak begitu berharap dunia tetap ada ketika ia tertimpa musibah. Namun yang ia harap adalah pahala di sisi Allah.

‘Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan, “Siapa yang zuhud terhadap dunia, maka ia akan semakin ringan menghadapi musibah.” Tentu saja yang dimaksud zuhud di sini adalah tidak mengharap dunia itu tetap ada ketika musibah dunia itu datang. Sekali lagi, sikap semacam ini tentu saja dimiliki oleh orang yang begitu yakin akan janji Allah di balik musibah.

Ketiga: Zuhud adalah keadaan seseorang ketika dipuji atau pun dicela dalam kebenaran itu sama saja. Inilah tanda seseorang begitu zuhud pada dunia, menganggap dunia hanya suatu yang rendahan saja, ia pun sedikit berharap dengan keistimewaan dunia. Sedangkan seseorang yang menganggap dunia begitu luar biasa, ia begitu mencari pujian dan benci pada celaan. Orang yang kondisinya sama ketika dipuji dan dicela dalam kebenaran, ini menunjukkan bahwa hatinya tidak mengistimewakan satu pun makhluk. Yang ia cinta adalah kebenaran dan yang ia cari adalah ridho Ar Rahman.

Orang yang zuhud selalu mengharap ridho Ar Rahman bukan mengharap-harap pujian manusia. Sebagaimana kata Ibnu Mas’ud, “Rasa yakin adalah seseorang tidak mencari ridho manusia, lalu mendatangkan murka Allah. Allah sungguh memuji orang yang berjuang di jalan Allah. Mereka sama sekali tidaklah takut pada celaan manusia.”

Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang zuhud adalah yang melihat orang lain, lantas ia katakan, “Orang tersebut lebih baik dariku”. Ini menunjukkan bahwa hakekat zuhud adalah ia tidak menganggap dirinya lebih dari yang lain. Hal ini termasuk dalam pengertian zuhud yang ketiga.

Pengertian zuhud yang biasa dipaparkan oleh ulama salaf kembali kepada tiga pengertian di atas. Di antaranya, Wahib bin Al Warod mengatakan, “Zuhud terhadap dunia adalah seseorang tidak berputus asa terhadap sesuatu yang luput darinya dan tidak begitu berbangga dengan nikmat yang ia peroleh.” Pengertian ini kembali pada pengertian zuhud yang kedua. [7]

Pengertian Zuhud yang Amat Baik

Jika kita lihat pengertian zuhud yang lebih bagus dan mencakup setiap pengertian zuhud yang disampaikan oleh para ulama, maka pengertian yang sangat bagus adalah yang disampaikan oleh Abu Sulaiman Ad Daroni. Beliau mengatakan, “Para ulama berselisih paham tentang makna zuhud di Irak. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa zuhud adalah enggan bergaul dengan manusia. Ada pula yang mengatakan, “Zuhud adalah meninggalkan berbagai macam syahwat.” Ada pula yang memberikan pengertian, “Zuhud adalah meninggalkan rasa kenyang” Namun definisi-definisi ini saling mendekati. Aku sendiri berpendapat,

أَنَّ الزُهْدَ فِي تَرْكِ مَا يُشْغِلُكَ عَنِ اللهِ

“Zuhud adalah meninggalkan berbagai hal yang dapat melalaikan dari mengingat Allah.”[8]

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Definisi zuhud dari Abu Sulaiman ini amatlah bagus. Definisi telah mencakup seluruh definisi, pembagian dan macam-macam zuhud.”[9]

Jika bisnis yang dijalani malah lebih menyibukkan pada dunia sehingga lalai dari kewajiban shalat, maka sikap zuhud adalah meninggalkannya. Begitu pula jika permainan yang menghibur diri begitu berlebihan dan malah melalaikan dari Allah, maka sikap zuhud adalah meninggalkannya. Demikian pengertian zuhud yang amat luas cakupan maknanya.

Dunia Tidak Tercela Secara Mutlak

Ada sebuah perkataan dari ‘Ali bin Abi Tholib namun dengan sanad yang dikritisi. ‘Ali pernah mendengar seseorang mencela-cela dunia, lantas beliau mengatakan, “Dunia adalah negeri yang baik bagi orang-orang yang memanfaatkannya dengan baik. Dunia pun negeri keselamatan bagi orang yang memahaminya. Dunia juga adalah negeri ghoni (yang berkecukupan) bagi orang yang menjadikan dunia sebagai bekal akhirat. …”[10]

Oleh karena itu, Ibnu Rajab mengatakan, “Dunia itu tidak tercela secara mutlak, inilah yang dimaksudkan oleh Amirul Mukminin –‘Ali bin Abi Tholib-. Dunia bisa jadi terpuji bagi siapa saja yang menjadikan dunia sebagai bekal untuk beramal sholih.”

Ingatlah baik-baik maksud dunia itu tercela agar kita tidak salah memahami! Dunia itu jadi tercela jika dunia tersebut tidak ditujukan untuk mencari ridho Allah dan beramal sholih.

Zuhud Bukan Berarti Hidup Tanpa Harta

Sebagaimana sudah ditegaskan bahwa dunia itu tidak tercela secara mutlak. Namun sebagian orang masih salah paham dengan pengertian zuhud. Jika kita perhatikan pengertian zuhud yang disampaikan di atas, tidaklah kita temukan bahwa zuhud dimaksudkan dengan hidup miskin, enggan mencari nafkah dan hidup penuh menderita. Zuhud adalah perbuatan hati. Oleh karenanya, tidak hanya sekedar memperhatikan keadaan lahiriyah, lalu seseorang bisa dinilai sebagai orang yang zuhud. Jika ada ciri-ciri zuhud sebagaimana yang telah diutarakan di atas, itulah zuhud yang sebenarnya. Berikut satu kisah yang bisa jadi pelajaran bagi kita dalam memahami arti zuhud.

Abul ‘Abbas As Siroj, ia berkata bahwa ia mendengar Ibrahim bin Basyar, ia berkata bahwa ‘Ali bin Fudhail berkata, ia berkata bahwa ayahnya (Fudhail bin ‘Iyadh) berkata pada Ibnul Mubarok,

أنت تأمرنا بالزهد والتقلل، والبلغة، ونراك تأتي بالبضائع، كيف ذا ؟

“Engkau memerintahkan kami untuk zuhud, sederhana dalam harta, hidup yang sepadan (tidak kurang tidak lebih). Namun kami melihat engkau memiliki banyak harta. Mengapa bisa begitu?”

Ibnul Mubarok mengatakan,

يا أبا علي، إنما أفعل ذا لاصون وجهي، وأكرم عرضي، وأستعين به على طاعة ربي.

“Wahai Abu ‘Ali (yaitu Fudhail bin ‘Iyadh). Sesungguhnya hidupku seperti ini hanya untuk menjaga wajahku dari ‘aib (meminta-minta). Juga aku bekerja untuk memuliakan kehormatanku. Aku pun bekerja agar bisa membantuku untuk taat pada Rabbku”.[11]

Semoga pembahasan kami kali ini dapat memahamkan arti zuhud yang sebenarnya. Raihlah kecintaan Allah lewat sifat zuhud. Semoga Allah menganugerahkan pada kita sekalian sifat yang mulia ini.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Diselesaikan di sore hari, 17 Jumadits Tsani 1431 H (30/05/2010), di Panggang-GK

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

sumber:http://annajiyah.or.id/berita-120-memahami-arti-zuhud.html

Artikel www.muslim.or.id
[1] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 346, Darul Muayyid, cetakan pertama, tahun 1424 H.

[2] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 11/232, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379.

[3] Idem.

[4] HR. Tirmidzi no. 2340 dan Ibnu Majah no. 4100. Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur sanad ini, adapun Abu Idris Al Khaulani namanya adalah A’idzullah bin ‘Abdullah, sedangkan ‘Amru bin Waqid dia adalah seorang yang munkar haditsnya. Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Yang tepat riwayat ini mauquf (hanya perkataan Abu Dzar) sebagaimana dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Az Zuhd.” (Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, hal. 346)

[5] Dikeluarkan oleh Ibnu Abid Dunya dari riwayat Muhammad bin Muhajir, dari Yunus bin Maysaroh. (Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, hal. 347)

[6] Jaami’ul Ulum, hal. 347.

[7] Kami sarikan point ini dengan sedikit perubahan redaksi dari Jaami’ul Ulum, hal. 347-348.

[8] Disebutkan oleh Abu Nu’aim Al Ashbahani dalam Hilyatul Awliya’, 9/258, Darul Kutub Al ‘Arobi, Beirut, cetakan keempat, 1405 H.

[9] Jaami’ul Ulum, hal. 350.

[10] Jaami’ul Ulum, hal. 350

[11] Siyar A’lam An Nubala, Adz Dzahabi, 8/387, Mawqi’ Ya’sub (penomoran halaman sesuai cetakan).

Selasa, 09 November 2010

Sayang dan Cinta

Allohumma inni uhibbuhu faahibbuhu wa ahibba mayyuhibbuhu

Ya Alloh, sungguh aku menyayanginya. Maka sayangilah ia dan sayangi pula orang yang menyayanginya. (HR. Al-Bukhori)

Suatu hari Rusululloh sholallahu 'alayhi wasallam pergi ke pasar. Beliau ditemani sahabatnya Abu Hurairoh, dan setelah berkeliling pasar beliau mampir di masjid, beristirahat. Kemudian beliau memanggil cucunya Hasan bin Ali. Cucunya yang lucu itu berlari kearah Rosul dan duduk dipangkuannya. Kemudian beliau mencium cucu tersayang dan berdo'a seperti diatas.
Begitulah beliau mencontohkan bagaimana mencurahkan kasih sayang kepada cucunya. Beliau tidak memberikan uang jajan, tidak memberikan pakaian yang mewah, apalagi mengajaknya jalan jalan ke Mall ...(lagian waktu itu blom ada mall, apalagi disney land). Beliau mencurahkan kasih sayang nya dengan sentuhan dengan hatinya dan do'a yang tulus dari mulutnya. Sungguh suatu contoh yang sangat menyentuh...

Tidak hanya kepada cucunya, kepada anak anak kecil lainnya, seperti yang diceritakan oleh Usamah bin Zaid.
Dahulu sewaktu aku kecil Nabi pernah mendudukkanku disebelah pahanya dan mendudukkan Hasan bin Ali disebelah paha yang lain. Dan kemudian beliau memeluk kami sambil berdo'a:

"Allohummarhumma fainni arhamuhuma"

Ya Alloh sayangilah keduanya, sungguh aku menyayangi keduanya (HR. Al-Bukhori)

Sungguh contoh tauladan yang baik sekali. Dimana dewasa ini, seringkali kita melihat para orang tua, para kakek2 dan nenek2 mencurahkan kasih sayangnya dengan anak cucunya secara berlebih-lebihan dengan menjejalkan anak cucu dengan bentuk materi, yang belum tentu dibutuhkan oleh anak cucunya. Kadang pemberian materi, sebagai pengganti rasa bersalah karena tidak bisa mendampingi anak cucunya setiap waktu, karena kesibukannya mencari nafkah, mengejar karier. Karena dari mengejar karier seseorang beroleh uang, maka dicurahkannya materi untuk menebus kekurangannya. Mainan sampai menumpuk digudang, belum rusak satu mainan, besoknya sudah dibelikan mainan baru. Anak anak dibiarkan main sendiri bersama pembantu, lalu ditambah "pembenaran" dengan mengucapkan: Yang penting kan kwalitasnya, bukan kwantitas waktu ketemu anak-anak..
Jadilah anak tumbuh bersama pembantu, baby sitter atau apalah namanya..bersama mainan yang menumpuk.
Kita lupa anak butuh kasih sayang, sentuhan sederhana namun sangat berarti bagi bathin si anak, ditambah do'a yang tulus seperti diatas.

Maka sungguh saya kagum, kepada para ibu, yang karena pendidikannya, mampu memperoleh kesempatan karier yang luas, mampu meraih gaji yang tinggi, tapi tetap memilih menjadi ibu rumah tangga, pendamping suami tercinta, pembimbing anak-anak terkasih, merawatnya sampai mengajari dan menuntunnya berjalan,menunggu belajar kesekolah, sampai mengantarnya ke pendidikan yang lebih tinggi lagi. Tidak ada imbalan materi yang diharapkannya, kecuali harapan nanti, buah hatinya kelak menjadi manusia yang mandiri, hormat kepada kedua orang tuanya, bermanfaat bagi orang lain dan menebar kebaikan bagi sesama tapi tetap rendah hati dan bertaqwa pada Tuhannya.

Sungguh keputusan yang mulia, menjadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan hina, bukan profesi yang memalukan. Itu adalah keputusan terbesar yang pernah dia buat seumur hidupnya. Sebab dari rahimnya kelak tercipta generasi unggul, generasi cerdas, generasi tangguh, yang kelak akan menjadi pemimpin kaumnya, pemimpin generasinya yang mampu membawa kesejahteraan bagi umat, kebahagiaan bagi keluarga dan kedamaian bagi sesama..

Semoga

Wassalam
Marbot